Perbedaan Antiseptik dan Desinfektan sebagai Cairan Anti Kuman

  • Whatsapp
Perbedaan Antiseptik dan Desinfektan sebagai Cairan Anti Kuman

Perbedaan antiseptik dan desinfektan sebagai cairan anti kuman perlu anda ketahui. Saat virus mewabah seperti saat ini, cairan antiseptik dan juga desinfektan menjadi dua barang yang banyak diburu oleh sebagian besar masyarakat.

Keduanya adalah cairan yang terbuat dari bahan kimia yang ampuh dalam mencegah penularan kuman dan mencegah infeksi dari berbagai penyakit. Hal ini termasuk ke dalamnya virus Corona yang tengah mewabah di berbagai belahan dunia.

Perbedaan Antiseptik dan Desinfektan

Virus dan bakteri yang berbahaya dapat dengan mudah menular, terutama bagi tubuh yang rendah imunitasnya. Dengan kondisi yang kurang baik, anda dapat memberikan kekuatan dengan menambah sistem imun atau kekebalan tubuh. Selain itu, juga dapat mencegah kuman dan virus untuk tidak dapat masuk ke dalam tubuh.

Salah satunya dengan cara menggunakan cairan antiseptik maupun desinfektan. Kedua cairan tersebut makin populer pada saat Covid-19 mewabah di dunia, termasuk Indonesia. Keduanya adalah cairan bahan kimia yang disebut dengan nama biosida.

Akan tetapi, kandungan biosida dalam antiseptik memiliki kadar yang lebih rendah daripada desinfektan. Keduanya sering orang dianggap sama, padahal sangatlah berbeda.

Mengenal Antiseptik dan Desinfektan

Berikut ini adalah beberapa perbedaan antiseptik dan desinfektan yang dapat anda ketahui.

Antiseptik

Antiseptik adalah cairan kimia yang dapat menghentikan atau juga memperlambat pertumbuhan dari suatu mikroorganisme. Cairan ini pada umumnya dipakai untuk pengaturan media atau sering ada di rumah sakit.

Hal tersebut sering mereka manfaatkan untuk mengurangi resiko terserang infeksi saat proses operasi serta untuk prosedur medis yang lain.

Cara pengaplikasian cairan ini adalah dengan menggunakannya di permukaan kulit. Biasanya, antiseptik dapat atau sering orang pakai untuk mencuci tangan, membasmi kuman pada uretra, vagina, dan kandung kemih. Antiseptik dapat dipakai untuk membersihkan kulit sebelum melakukan operasi.

Perbedaan antiseptik dan desinfektan lainnya, antiseptik dapat mengobati infeksi kulit pada luka ringan atau luka bakar karena mengandung larutan anti bakteri. Kemudian, turunan fenol terhalogenasi dapat dipakai dalam pembuatan larutan pembersih dan juga sabun.

Efek samping dari antiseptik ini sering terjadi karena merupakan cairan dari bahan kimia. Biasanya akan mengakibatkan iritasi serta luka bakar jika tidak diencerkan terlebih dahulu. Bahkan, efek pemakaian antiseptik ini juga dapat mengakibatkan dermatitis kontak iritan.

Hindari pemakaian antiseptik jika terdapat luka atau sayatan yang dalam, luka bakar yang parah, cedera mata, atau luka yang mengandung benda asing di dalamnya.

Desinfektan

Perbedaan antiseptik dan desinfektan yakni disinfektan juga mempunyai fungsi yang sama dengan antiseptik. Akan tetapi, cairan ini mempunyai sifat yang keras dan panas. Sehingga sering dipakai pada benda mati yang memiliki potensi menjadi sarang kuman atau bakteri.

Cairan kimia ini sering dipakai untuk prosedur rumah sakit dan juga penggunaan umum. Desinfektan untuk penggunaan di rumah sakit sangat penting dalam mencegah infeksi yang menyebar.

Cairan ini juga sering dipakai untuk membersihkan peralatan medis, dinding, dan lantai rumah sakit. Sementara itu, jenis desinfektan yang sering dipakai dalam keperluan rumah tangga adalah sebagai cairan pembersih kolam renang dan juga untuk memurnikan air.

Desinfektan diklaim lebih efektif untuk membunuh organisme kecil yang mengakibatkan sakit jika dibandingkan dengan pembersih yang lain.

Walaupun desinfektan sangat ampuh membunuh kuman dan juga mikroorganisme lain penyebab penyakit, akan tetapi karena desinfektan mengandung bahan kimia yang kuat, maka akan mengakibatkan berbagai efek terhadap kesehatan dan juga lingkungan.

Pemakaian desinfektan dalam jangka panjang akan meningkatkan resiko terserang asma, keracunan pada anak-anak, bahkan juga untuk orang dewasa.

Perbedaan antiseptik dan desinfektan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk melindungi diri terhadap serangan penyakit. Selain itu, sangat penting untuk mengerti aturan penggunaan agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *